Hebat, Santri di Rembang Olah Sampah Pesantren Jadi Maggot untuk Pakan Ternak

- Kamis, 16 September 2021 | 19:14 WIB
Pengasuh Ponpes Roudhotun Nasyi'in Ash Shiddiqiyyah Dadapan Sedan, Muhammad Abadi, menunjukkan maggot yang berhasil dikembangkan dari sampah organik kalangan santri. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Pengasuh Ponpes Roudhotun Nasyi'in Ash Shiddiqiyyah Dadapan Sedan, Muhammad Abadi, menunjukkan maggot yang berhasil dikembangkan dari sampah organik kalangan santri. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

Maggot tersebut langsung bisa dimanfaatkan untuk campuran pakan ayam setiap hari.

Sampah berupa sayuran atau sisa dapur dari ratusan santri dan guru menjadi bahan utama.

Baca Juga: Cara Jitu Agar Lolos Sekeksi Prakerja Gelombang 21, Wajib Dibaca Agar Tidak Gagal Lagi

Terkadang pihak pesantren juga mencari bahan budidaya dari sampah sayuran yang ada di area pasar.

Direktur Oprasional Yayasan Pusat Transformasi Kebijakan Publik, Ethika Fitriani menjelaskan, permasalahan sampah organik mendominasi hingga 50% lebih di Indonesia.

Baca Juga: Antusias, Tak Kebagian di Desa, Warga Beburu Vaksin ke Kota

Padahal pengolahan sampah organik sejatinya bisa dilakukan di tingkat rumah tangga, tidak perlu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Maggot ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Sehingga bagus untuk tenak,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X