Hebat, Santri di Rembang Olah Sampah Pesantren Jadi Maggot untuk Pakan Ternak

- Kamis, 16 September 2021 | 19:14 WIB
Pengasuh Ponpes Roudhotun Nasyi'in Ash Shiddiqiyyah Dadapan Sedan, Muhammad Abadi, menunjukkan maggot yang berhasil dikembangkan dari sampah organik kalangan santri. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Pengasuh Ponpes Roudhotun Nasyi'in Ash Shiddiqiyyah Dadapan Sedan, Muhammad Abadi, menunjukkan maggot yang berhasil dikembangkan dari sampah organik kalangan santri. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

Setelah disosialisasi program tersebut, persoalan didapat solusi dan pesantren juga menerima keuntungan.

Baca Juga: Kemenag Kolaborasi dengan Pemkab Tangani Pandemi, Percepat Vaksinasi di Pesantren, Santri Diminta Taat Prokes

Meski baru dua bulan berjalan, budidaya maggot sudah memperlihatkan hasilnya.

“Ini bisa menyelesaikan permasalahan sampah organik yang selama ini menjadi pikiran. Biasanya sampah itu kami timbun atau buang ke sawah. Maggotnya juga sudah jadi, gemuk-gemuk," terangnya.

Abadi mengungkapkan, di pesantrennya terdapat 200 lebih santri.

Santri sebanyak itu menghasilkan sampah yang tidak sedikit.

Pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot sejalan dengan rencananya dalam mengembangkan ekonomi dalam bentuk budidaya ikan nila, gurami hingga ternak ayam.

Baca Juga: Pondok Pesantren Modern Alburuj Jepara, Jaga Tradisi Kirimkan Santri Kuliah ke Timur Tengah

“Hasil ternak ikan selanjutnya dipasok untuk resto di komplek wisata Pagar Pelangi milik pesantren,” ujarnya.

Sedangkan di Ponpes Al-Hassan Pancur, pengembangan maggot sudah disertai dengan budidaya ratusan ayam.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X