Pandemi Memang Menyulitkan, Agar Cepat Laku Springbed Dipajang di Bahu Jalan

- Minggu, 12 September 2021 | 15:38 WIB
Springbad dagangan dipajang di atas bahu jalan Kecamatan Lasem, tepatnya di jalan provinsi Ruas Lasem-Sale agar cepat laku. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Springbad dagangan dipajang di atas bahu jalan Kecamatan Lasem, tepatnya di jalan provinsi Ruas Lasem-Sale agar cepat laku. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

“Biar cepat laku Mas, (situasi) pandemi Covid-19 begini. Supaya bisa bertahan untuk karyawan,” kata perwakilan pihak Laut Bonang, Yenni Susanti.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Rembang Puji Santoso menyatakan, seyogyanya bahu memang jalan digunakan untuk kendaraan atau sepeda karena jalan umum.

Sedangkan trotoar untuk akses pejalan kaki.

Baca Juga: Lanjutan Sidang Kasus Pembunuhan Dalang Anom Subekti Rembang Tertunda Dua Kali, Jaksa Tunggu Petunjuk Kejagung

“Secara normatif, harus ada penertiban dari aparat atau Satpol PP, agar sarana itu bisa digunakan sebagaimana mestinya,” papar Puji.

Namun, ia menyadari pemanfaatan bahu jalan oleh pengusaha dan PKL adalah untuk mengais rejeki.

Sementara ini, pemerintah daerah belum bisa menyediakan tempat untuk PKL.

“Sampai saat ini, kalau tidak menyebabkan kemacetan ya dianggap tidak mengganggu. Masyarakat juga merasa diuntukan karena saling membutuhkan. Ada yang jual dan yangg beli juga mudah mendapatkanya. Daripada digunakan parkir truk malah mengganggu pengguna jalan,” papar Puji.

Baca Juga: Kawal! Dana Desa untuk Pati dan Rembang Telah Dicairkan, Nilainya Capai Setengah Triliun

Kabid Tibuntranmas Satpol PP Rembang, Teguh Maryadi saat dikonfirmasi mengaku belum tahu atas fenomena penggunaan bahu jalan di Kecamatan Lasem untuk perluasan area bisnis.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apindo Siap Gugat Usulan UMK Kabupaten Rembang 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:39 WIB

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X