Baru Setahun Dibangun, Atap SDN 1 Garung Lor Ambrol

- Rabu, 8 September 2021 | 06:55 WIB
Ruang gedung SDN 1 Garung Lor rusak parah. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Ruang gedung SDN 1 Garung Lor rusak parah. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Baru setahun rampung dibangun, atap kelas 3 SDN 1 Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus ambrol. Kondisi sekolah itu diperparah dengan rusaknya ruang kepala sekolah dan gedung perpustakaan.

Plt Kepala SDN 1 Garung Lor Eni Supriyanti mengatakan, ruang kelas itu mendapat anggaran perbaikan pada tahun ajaran 2019/2020. Enam bulan lalu, pihaknya mendapat laporan dari tetangga sekolah jika atap kelas itu melengkung.

Tak berselang lama, atap ruang kelas 3 ambrol. Kondisi kelas itu kini bolong. Kayu pada atap ruang kelas terlihat sudah keropos. Langit-langit ruangan sudah ambrol. Tak ingin membahayakan siswanya, pihak sekolah mengungsikan sebanyak 14 siswa kelas 3 untuk menempati ruang kelas 2.

Meja dan kursi di ruang kelas 3 kini sudah diamankan ke ruangan yang lain. “Selama PTM terbatas dan pelaksanaan PTS kali ini, siswa kelas 3 menempati ruang kelas 2. Untuk siswa kelas 2 terpaksa masuk siang. Kami tidak berani menggunakan ruang kelas 3 karena atapnya sudah ambrol,” kata Eni, Selasa (7/9).

BACA JUGA : Masih Ada Sekolah Ambruk, Ketua DPRD Kudus Sebut Kinerja Disdikpora Lemah

Kondisi ruang kepala sekolah tak kalah memprihatinkan. Langit-langit ruangan sudah ambrol. Atap ruangan bahkan harus disangga dengan kayu agar tak ambruk. “Kondisi gedung perpustakaan juga sudah rusak parah,” kata Eni.

Eni menambahkan, pihak sekolah sudah melaporkan kerusakan ini ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Pegawai Disdikpora telah melakukan pengecekan. Namun pihaknya belum mendapat kepastian kapan gedung sekolah dengan jumlah total murid sebanyak 92 anak itu akan diperbaiki.

Anggota Komisi D DPRD Kudus Sayid Yunanta tak habis pikir dengan masih adanya sekolah rusak. Padahal anggaran DAK maupun APBD yang dikucurkan untuk perbaikan sekolah cukup besar. “Ini menadakan Disdikpora tidak memiliki skala prioritas mana sekolah rusak yang seharusnya didahulukan perbaikannya,” katanya.

Komisi D DPRD Kudus telah meminta data jumlah kerusakan sekolah berat, sedang, dan ringan kepada Disdikpora. Data itu akan menjadi dasar dalam pembahasan anggaran berikutnya. Sayid juga mengusulkan agar Disdikpora melakukan kajian untuk menggabungkan (regrouping) SD negeri agar lebih efektif dan efisien.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X