Ironi Kecamatan Sale, Tambangnya Dikeruk, Jalannya Dibiarkan Remuk

- Senin, 6 September 2021 | 15:45 WIB
 Ruas Sale-Tahunan yang merupakan jalan kabupaten kelas 3, setiap hari dilalui oleh rata-rata 250-300 kendaraan pengakut material tambang setiap hari. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Ruas Sale-Tahunan yang merupakan jalan kabupaten kelas 3, setiap hari dilalui oleh rata-rata 250-300 kendaraan pengakut material tambang setiap hari. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Bertahun-tahun, atau bahkan berpuluh tahun Kecamatan Sale mengalami hal ironi.

Material tambang di kecamatan ujung timur Kabupaten Rembang itu dikeruk setiap hari.

Kawasan pegunungan yang semula terlihat hijau, pelan tapi pasti memutih, khas warna batu gamping.

Sejak pertama kali aktivitas itu dilakukan, sudah tak terhitung berapa jumlah material yang berpindah dari pegunungan ke atas truk atau stockpile.

Baca Juga: Seleksi Tahap Akhir PSIR Rembang, Sisakan 24 Nama. Siapa Saja?

Bisa jadi jumlahnya mencapai ribuan, puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu ton.

Deru nyaring suara kendaraan tambang nyaris tak pernah berhenti.

Berbagai perusahaan tambang silih-berganti bersinggasana di tahta pegunungan Rembang selatan itu.

Sebagian tertib melaksanakan penambangan dengan mekanisme perizinan.

Baca Juga: PR Sekda Baru Rembang : Pengisian 60 Jabatan Kosong Harus Tuntas Tahun Ini

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Buat Pabrik Gula

Rabu, 30 November 2022 | 14:48 WIB
X