Menggali Gua Tersembunyi di Lereng Perbukitan Patiayam

- Sabtu, 4 September 2021 | 16:15 WIB
Kepala Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus Supeno di dalam salah satu gua jepang di wilayah perbukitan Patiayam. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Kepala Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus Supeno di dalam salah satu gua jepang di wilayah perbukitan Patiayam. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muriaa.com - Setelah seminggu lebih melakukan penggalian, bentuk gua di salah satu lereng tandus bukit Patiayam itu mulai terlihat jelas. Uniknya meski berada di perbukitan gersang, bagian dalam gua itu kaya sumber air.

Air mengalir dari tiap dinding dan atap gua. Rasa penasaran Supeno pun terbayar lunas. Sejak menjadi kepala Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, 2019 lalu, perhatian Supeno tertuju pada lereng perbukitan tandus areal situs purbakala Patiayam.

Dari cerita turun-temurun, kawasan itu dulunya hutan subur dengan tegakan pohon. Banyak gua tersebar di sejumlah bukit. Maraknya pembalakan liar di era reformasi mengubah kawasan lereng Patiayam yang subur menjadi perbukitan tandus.

Seiring perubahan status lahan hutan Perhutani menjadi hutan sosial, gua-gua menghilang. Akibat aktivitas para pesanggem (petani penggarap hutan – Red), mulut gua satu persatu tertutup tanah garapan.

Dari pendataan yang dilakukan, Supeno menyebut ada 15 titik yang ditengarai bekas gua. Lokasi itu satu persatu dibuka untuk melihat bentuk aslinya.

BACA JUGA : Sambut HUT Kemerdekaan, Warga Kibarkan Bendera di Puncak Piramid Patiayam

Gua yang berhasil dibuka warga akhir Agustus lalu itu misalnya. Gua itu berhasil dibuka hingga panjang 5,5 meter dengan lebar 2,5 meter. “Dari karakteristiknya, gua itu merupakan gua peninggalan jepang,” katanya.

Saat penggalian ditemukan tiang penyangga di bagian kanan dan kiri dinding gua. Total ada 12 tiang penyangga dari kayu dengan paku besi berbentuk U. Karena sumber airnya melimpah, warga membuat aliran menuju depan gua.

“Airnya yang mengalir cukup banyak. Bagian depan mulut gua sudah kami buka selebar 7 meter. Misal air dimanfaatkan untuk kolam ikan di depan gua bisa. Uniknya meski tandus, airnya cukup banyak,” kata Supeno.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X