Masih Ada Sekolah Ambruk, Ketua DPRD Kudus Sebut Kinerja Disdikpora Lemah

- Kamis, 2 September 2021 | 21:55 WIB
Ketua DPRD Kudus Masan berbincang dengan siswa SDN 4 Prambatan Kidul yang mengungsi belajar di musala karena ruang kelasnya ambruk, Kamis (2/9). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Ketua DPRD Kudus Masan berbincang dengan siswa SDN 4 Prambatan Kidul yang mengungsi belajar di musala karena ruang kelasnya ambruk, Kamis (2/9). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.comKetua DPRD Kudus Masan menyoroti lemahnya kinerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menyusul temuan tiga ruang kelas SDN 4 Prambatan Kidul Kabupaten Kudus yang rusak parah.

Kerusakan itu menandakan Disdikpora tidak memiliki skala prioritas dalam melakukan perbaikan gedung sekolah. “Anggaran perbaikaan gedung sekolah cukup besar, mengapa masih ada sekolah rusak seperti ini. Sekolah yang masih bagus malah mendapat anggaran (perbaikan),” kata Masan, Kamis (2/9).

Masan bersama Sekretaris Komisi D Muhtamat dan Anggota Komisi D Endang Kursistyani mengunjungi SDN 4 Prambatan Kidul, kemarin. Tiga ruang kelas yakni kelas 1, 2, dan 3 kondisinya rusak parah. Ruang kelas 1 dan 3 bahkan kini tak memiliki atap.

“Adanya seolah rusak seperti ini sangat memalukan. Bagaiaman pun caranya, gedung sekolah ini harus segera diperbaiki. Nanti pada APBD Perubahan harus dianggarkan,” katanya.

BACA JUGA : Melihat PTM di SD 4 Prambatan Kidul, Tetap Semangat, Meskipun Numpang di Musala

Masan menambahkan, adanya sekolah rusak yang luput dari perbaikan ini menandakan Disdikpora tidak memiliki database kondisi sekolah. Wakil rakyat dari PDI Perjuangan itu menambahkan, Disdikpora harusnya memiliki data sekolah mana yang tingkat kerusakannya berat, sedang, dan ringan.

Sekolah-sekolah yang tingkat kerusakan berat, kata Masan, harus menjadi skala prioritas untuk perbaikan.

“Kami minta Disdikpora segera mengirimkan database sekolah rusak, untuk kami pelajari. Nanti saat pembahasan anggaran, sekolah yang mengalami kerusakan berat harus mendapat alokasi anggaran perbaikan,” katanya.

Masan menambahkan, dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) disekolah disambut antusias siswa dan orang tua. Banyak orang tua yang mengeluh selama pembelajaran daring. PTM juga dinilai mampu menekan penyebaran Covid-19.

“Dengan PTM protokol kesehatan pada siswa bisa terpantau. Selama pembelajaran daring anak-anak justru main game, atau main kumpul dengan temannya. Prokesna tidak terpantau. Ironisnya ketika PTM dimulai, siswa di SDN 4 Prambatan Kidul ini harus belajar lesehan di musala,” katanya.

Anggaran Perbaikan

Kabupaten Kudus tahun ini mendapat alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 19 miliar. Anggaran DAK dari Pemerintah Pusat itu digunakan untuk memperbaiki sebanyak 35 sekolah.

Selain itu, Pemkab Kudus melalui APBD juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk perbaikan sejumlah SD dan Rp 900 juta untuk perbaikan sejumlah gedung SMP.

Kabid Pendidikan Dasar Disdipora Kabupaten Kudus Moh Zubaedi menuturkan, sekolah dengan kondisi rusak berat di Kudus masih sekitar 5 persen.

“Sesuai arahan dari Ketua DPRD Kudus, nanti pada pembahasan APBD Perubahan sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan berat akan diprioritaskan untuk anggaran perbaikan,” katanya.

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X