Masih Ada Sekolah Ambruk, Ketua DPRD Kudus Sebut Kinerja Disdikpora Lemah

- Kamis, 2 September 2021 | 21:55 WIB
Ketua DPRD Kudus Masan berbincang dengan siswa SDN 4 Prambatan Kidul yang mengungsi belajar di musala karena ruang kelasnya ambruk, Kamis (2/9). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Ketua DPRD Kudus Masan berbincang dengan siswa SDN 4 Prambatan Kidul yang mengungsi belajar di musala karena ruang kelasnya ambruk, Kamis (2/9). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

“Dengan PTM protokol kesehatan pada siswa bisa terpantau. Selama pembelajaran daring anak-anak justru main game, atau main kumpul dengan temannya. Prokesna tidak terpantau. Ironisnya ketika PTM dimulai, siswa di SDN 4 Prambatan Kidul ini harus belajar lesehan di musala,” katanya.

Anggaran Perbaikan

Kabupaten Kudus tahun ini mendapat alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 19 miliar. Anggaran DAK dari Pemerintah Pusat itu digunakan untuk memperbaiki sebanyak 35 sekolah.

Selain itu, Pemkab Kudus melalui APBD juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk perbaikan sejumlah SD dan Rp 900 juta untuk perbaikan sejumlah gedung SMP.

Kabid Pendidikan Dasar Disdipora Kabupaten Kudus Moh Zubaedi menuturkan, sekolah dengan kondisi rusak berat di Kudus masih sekitar 5 persen.

“Sesuai arahan dari Ketua DPRD Kudus, nanti pada pembahasan APBD Perubahan sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan berat akan diprioritaskan untuk anggaran perbaikan,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X