Banyak Jalan Rusak Tapi Tak Kantongi Anggaran, PUPR Kudus Angkat Tangan

- Kamis, 2 September 2021 | 07:05 WIB
Salah satu ruas jalan lingkar selatan Kudus yang rusak parah, Rabu (1/9). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Salah satu ruas jalan lingkar selatan Kudus yang rusak parah, Rabu (1/9). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Kerusakan jalan di Kabupaten Kudus tak bisa tertangani tahun ini karena ketiadaan anggaran. Salah satu kerusakan ruas jalan yang banyak mendapat sorotan yakni jalan lingkar selatan Kabupaten Kudus.

Kerusakan paling parah terlihat mulai perempatan Pura hingga Pasar Jetak sepanjang sekitar 8 kilometer.

Banyak pengguna jalan yang mengalami kecelakaan di jalur tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Arid Budi Siswanto mengaku banyak menerima keluhan dari warga atas kerusakan jalan di Kudus.

“Saat pemadaman lampu penerangan jalan umum selama PPKM beberapa waktu lalu banyak yang mengeluhkan jalan rusak karena kerap memicu kecelakaan. Kami paham keluhan itu. Kami pun tidak bisa berbuat banyak karena anggaran perbaikan terkena refocusing untuk penanganan Covid-19,” kata Arif.

BACA JUGA : RSU Kumala Siwi dan Pemdes Mijen Patungan Dana Bangun Jalan Desa

Pada APBD tahun ini alokasi anggaran untuk pemeliharaan jalan di Dinas PUPR mencapai Rp 40 miliar.

Anggaran itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Karena ada perubahan aturan penggunaan anggaran DBHCHT melalui peraturan menteri keuangan (Permenkeu), dana tersebut harus dialihkan untuk kegiatan di OPD lainnya.

Arif menambahkan, PUPR sebelumnya telah mengusulkan pembetonan jalan di ruas tersebut. Kebutuhan anggaran untuk perbaikan itu mencapai Rp 5 miliar – Rp 7 miliar. Mengingat beban jalan di ruas itu yang banyak dilalui kendaraan berat, kata Arif, perbaikan dengan pembetonan memang diperlukan.

“Sebelumnya untuk pembetonan jalan lingkar itu akan mendapatkan bantuan keuangan dari Pemerintah Pusat. Namun karena ada refocusing anggaran penanganan Covid-19, kegiatan itu dicoret,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gentamas, Kreasikan Batik dari Cerita Rakyat Kudus

Senin, 26 September 2022 | 06:18 WIB

KIHT Kudus Bakal Tambah Tiga Gedung

Senin, 26 September 2022 | 06:04 WIB

Pecah! Warga Tumpah Ruah Saksikan Kudus Fashion Art

Sabtu, 24 September 2022 | 07:03 WIB
X