Potret Toleransi di Pati, Masjid dan Gereja Disatukan Kanopi

- Senin, 27 Maret 2023 | 04:33 WIB
Gereja dan masjid di Desa Winong, Kecamatan Kota terlihat dibangun berdampingan. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Gereja dan masjid di Desa Winong, Kecamatan Kota terlihat dibangun berdampingan. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka-muria.com – Sebuah keindahan dalam kerukunan beragama terlihat di Desa Winong, Kecamatan Kota.

Di salah satu sudut desa terlihat masjid dan gereja tampak berhadapan seperti Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di ibu kota.

Bahkan masjid dan gereja di Winong itu seolah tak terpisah. Atapnya saling terhubung.

Jalan yang menjadi pemisah pun dihubungkan dengan sebuah kanopi yang membujur dari masjid ke gereja.

Pada momen tertentu jalan itu juga dimanfaatkan untuk berkegiatan.

Bila di Masjid Istiqlal dan gereja Katedral memiliki terowongan penghubung maka masjid dan gereja di Winong itu punya kanopi penghubung.

Masjid dan gereja itu diketahui bernama masjid Al Muqorrobin dan gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI). Lokasi tepatnya berada di jalan Kolonel Sunandar.

Baca Juga: Cerita Syeh Jangkung, Murid Sunan Kudus yang Jadi Penyebar Agama Islam di Pati

Baca Juga: PCNU Jepara Roadshow Gelar Kajian Ramadan

Didik Hartono, pendeta Gereja GKMI Winong, Didik Hartono mengatakan, dia bersyukur kerukunan beragama bisa terjalin di tempatnya.

Bahkan dua tempat beribadah yang saling berhadapan tidak menjadi penghalang namun justru menjadi penyatu. Umat muslim dan kristiani dapat tetap hidup secara harmonis berdampingan.

“Bersama dengan takmir ya kami hubungan yang baik. Setiap hari kita ngobrol baik hampir setengah hari dikenal baik. Secara umat selama ini setidaknya 20 tahun, kita bisa saling menghormati satu dengan yang lainnya, kalau ada kegiatan kadang kala itu bersamaan kuncinya komunikasi, kita komunikasi bersama-sama diatur bersama,” ujarnya.

Dia bercerita, gereja GKMI Winong itu dibangun terlebih dahulu pada 1991 lalu.

Barulah pada tahun 2002 masjid dibangun. Lokasi pembangunan itu tidak disengaja bersebelahan gereja yang ada terlebih dahulu.

“Jadi depan itu masjid itu ada bagian perumahan, perumahan dulu SMP yang kemudian dijual kemudian di antara penduduk masyarakat merasa baik jika ada tempat ibadah. Di sini dulu belum ada masjid dan dibangun masjid,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DLH Pati Rencanakan Tambah Lahan TPA Plosojenar

Sabtu, 3 Juni 2023 | 05:16 WIB

Waktu Penyelesaian Gedung Senam Pati Ditambah

Sabtu, 27 Mei 2023 | 09:19 WIB
X