KUDUS, suaramerdeka-muria.com – Cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu (22/2) turut berdampak pada bencana tanah longsor. Tiga desa di Kecamatan Gebog melaporkan adanya bencana tersebut. Bahkan empat rumah di Desa Menawan serta jalan penghubung Desa Rahtawu – Dukuh Semliro ikut terdampak.
Kepala Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Didik Aryadi mengamini adanya tanah longsor di desanya. Longsor itu disebutkan terjadi di Dukuh Gingsir. Talud penahan tebing di samping rumah Kemijan dengan panjang 10 meter dan tinggi tiga meter longsor.
Material longsor itulah yang sempat menutup akses jalan dari Desa Rahtawu ke Dukuh Semliro.
“Untuk longsor yang terjadi pada Rabu (22/2) malam sudah langsung ditangani warga. Saat ini akses jalan dari Rahtawu ke Dukuh Semliro sudah lancar,” terangnya.
Hanya saja dia menyebut ada satu titik longsoran yang terjadi pada bulan lalu yang belum berani dikeruk. Hal itu karena material longsoran tanah liat serta beresiko bergeser. Titik itu dikatakannya berada sebelum balai desa.
Baca Juga: Tanggul Sungai Dawe Jebol, Desa Golantepus Kebanjiran Lagi
Baca Juga: Demi Kejar Bayaran Rp 37.500 per Hari, Warga Sulang Ini Terancam 10 Tahun Hidup di Penjara
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Munaji menyebut ada tiga desa yang melaporkan terjadinya tanah longsor. Yakni Desa Rahtawu, Desa Menawan, dan Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog.
“Untuk di Dukuh Krandu, Desa Kedungsari terjadi talud penyangga bangunan warga setinggi 15 meter longsor. Hal itu membuat bangunan dapur sepanjang tujuh meter dan lebar lima meter ikut longsor ke sungai yang ada di bawahnya,” tambahnya.
Sementara di Desa Menawan, longsor berdampak pada empat rumah. Material longsor menimpa tembok dapur dan kamar mandi milik Suyitno, Sukari, Sugiono dan Nasikun. Selain itu titik longsor juga sempat menutup akses jalan menuju arah Nogosari.
“Longsor juga menimpa jalan di RT 1 / RW 6 Desa Menawan,” ujarnya.
Dampak dari longsor itupun diperkirakan menyebabkan kerugian hingga puluhan juta rupiah. Di Desa Rahtawu kerugian ditaksir Rp 15 juta, di Desa Menawan total kerugian ditaksir Rp 26 juta serta di Desa Kedungsari ditaksir Rp 15 juta.
“Untuk di Desa Rahtawu pembersihan sudah dilakukan oleh warga setempat. Sementara di Desa Menawan telah dilakukan penanganan longsor secara bersama-sama. Yakni dari BPBD Kudus, relawan, serta warga sekitar,” tandasnya.
Artikel Terkait
Ini Manfaat dan Efek Samping Suntik Botox Bagi Kecantikan Wanita
Kamerun Hancurkan Mimpi Thailand Lolos Piala Dunia Wanita 2023
Peringati Harlah 1 Abad NU di Pati, Mayoritas Warga Indonesia Mengikuti Sabda Nabi
Pembagian Grup Piala Dunia Wanita 2023 : Panama Rebut Tiket Terakhir, Asean diwakili Filipina dan Vietnam
RESMI! PSSI Umumkan Daftar Pemain Timnas Indonesia di Piala Asia U20 2023 : Brandon Scheunemann Dicoret
Gelar Workshop, Bappeda Latih Warga Kembangkan Inovasi Produk Lokal