Musim Kemarau Kok Bisa Banjir, Ini Nyata, Kejadian di Jawa Tengah

- Rabu, 21 Juli 2021 | 16:45 WIB
 TEROBOS BANJIR: Pengendara menerobos genangan banjir di ruas Jalan Wangon-Cilacap, Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (21/7/2021)).  (Gayhul Dhika Wicaksana)
TEROBOS BANJIR: Pengendara menerobos genangan banjir di ruas Jalan Wangon-Cilacap, Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (21/7/2021)). (Gayhul Dhika Wicaksana)
 
SUARAMERDEKA-MURIA,-Anggapan bahwa saat musim kemarau tidak akan terjadi banjir, ternyata tidak selamanya benar.
 
Buktinya, dua kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah justru dilanda banjir. Padahal, saat ini tengah memasuki musim kemarau.
 
Dilansir dari banyumas.suaramerdeka.com, dua Kecamatan di Kabupaten Cilacap yaitu Kecamatan Jeruklegi, dan Kecamatan Kawunganten dilanda banjir, Rabu 21 Juli 2021.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi di kawasan tersebut.
 
 
Selain merendam rumah warga, banjir juga sempat melumpuhkan arus lalu lintas di dua jalan nasional. 
 
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Heru Kurniawan mengatakan, di Kecamatan Jeruklegi, banjir terjadi di Desa Cilibang, Desa Jeruklegi Wetan, Desa Sawangan, Desa Prapagan, Desa Brebeg, dan Desa Jambusari.
 
 
Sementara di Kecamatan Kawunganten banjir terjadi di Desa Kalijeruk. 
 
Heru Kurniawan menyebutkan, kejadian banjir tersebut merendam ratusan rumah warga, masjid, serta dua jalan nasional.
 
Adapun  dua ruas jalan nasional yang terendam yaitu ruas Sidareja-Cilacap di sekitar simpang tiga Jeruklegi, dan ruas Wangon-Cilacap tepatnya di Desa Cilibang.
 
 
Kondisi itu membuat arus lalu lintas lumpuh total. 
 
"Arus lalu-lintas lumpuh sejak jam 05.00 wib saat itu banjir sudah menggenang di jalan," ungkap Kasi Rekonstruksi BPBD Cilacap Basuki Wibowo, ditemui di lokasi banjir
 
Namun, lanjut Basuki, dua ruas jalan nasional itu berangsur-angsur mulai dapat dilalui kendaraan, sekitar pukul 11.00 Wib
 
 
"Berdasarkan laporan, tidak ada kerugian infrastruktur prasarana umum, hanya jalan tergenang banjir tapi juga berangsur surut, saat ini (Rabu siang-) sudah bisa buka tutup," ungkapnya. 
 
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Leganek Mawardi mengatakan, akibat banjir di Desa Jeruklegi Wetan ada 16 warga yang dievakuasi, salah satunya adalah lansia yang mengalami stroke.
 
 
"Wilayah Desa Jeruklegi Wetan masuk zona kuning (Covid-19), warga sakit yang dievakuasi hanya yang terkena stroke," katanya.***
 
Disclaimer : Artikel ini sebelumnya telah tayang di banyumas.suaramerdeka.com dengan judul "Dua Kecamatan di Cilacap Dilanda Banjir, Arus Lalu Lintas Lumpuh Total". ***

Editor: Abdul Muiz

Sumber: suaramerdeka-banyumas.com

Tags

Terkini

X