Siap-siap, Bulog Pati Alokasikan 3.000 Ton Beras Bantuan untuk Masyarakat

- Selasa, 20 Juli 2021 | 13:26 WIB
Kepala Bulog Sub Divre Pati melakukan pengecekan berkala stok beras yang berada di Gudang Sukokulon. (suaramerdeka.com/Beni Dewa) (Beni Dewa)
Kepala Bulog Sub Divre Pati melakukan pengecekan berkala stok beras yang berada di Gudang Sukokulon. (suaramerdeka.com/Beni Dewa) (Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka-muria.com – Bulog Subdivre II Pati mulai mempersiapkan beras bantuan sosial yang akan dibagikan pemerintah pusat.

Proses pengemasan beras 10 kilogram pun disiapkan dengan jumlah 300 ribu bungkus.

Kepala Bulog Subdivre II Pati Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, pihaknya memang mendapatkan instruksi dari Bulog pusat untuk mempersiapkan terlebih dahulu beras kemasan 10 kilogram yang akan dibagikan.

Beras itu direncanakan sebagai tambahan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) maupun Progam Keluarga Harapan (PKH).

“Kami menyiapkan 3 ribu ton beras untuk disalurkan untuk KPM yang ada di lima kabupaten. Yakni Pati, Kudus, Jepara, Rembang dan Blora. Dengan jumlah itu berarti ada 300 ribu KPM yang akan mendapatkan bantuan beras ini. Karena tiap KPM mendapatkan 10 kilogram beras,” ungkapnya.

Baca Juga: PKL Kaget Didatangi Camat dan Aparat, Ternyata Diberi Sembako

Yonas mengaku, Bulog Subdivre II Pati cukup siap dalam menyalurkan bantuan tersebut.

Terlebih stok yang ada di gudang sendiri, saat ini mencapai 20 ribu ton, sehingga posisinya masih aman untuk beberapa bulan ke depan.

Saat ini Bulog sudah menyiapkan kemasannya untuk disalurkan kepada penerima.

Para tenaga gudang juga mulai mengemas beras dengan ukuran 10 kilogram untuk disalurkan kepada KPM BST dan PKH.

Namun, untuk penyalurannya sendiri masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian terkait.

Baca Juga: Legislator PPP Ini “Kurbankan” Gaji dan Tunjangan untuk Warga Terdampak Covid-19

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas yang ada di lima kabupaten se-Karesidenan Pati, mereka juga belum mendapatkan petunjuk teknis penyaluran. Sehingga, kami lakukan pengemasan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pihaknya tidak bisa memastikan, apakah bantuan beras 10 kilogram tersebut akan berlanjut atau hanya selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Sebab, secara teknis Bulog memang yang ditunjuk untuk pengadaan dan penyalurannya.

“Namun yang penting kami pastikan, kalau untuk stok beras masih aman. Kalau pun bantuannya berlanjut, kami pastikan juga aman,” imbuhnya.

Sedangkan untuk beras yang akan disalurkan sendiri adalah beras dengan kategori medium yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPOM Gencar Sosialisasikan Registrasi Pangan Olahan

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 12:32 WIB

7,1 Juta Warga Jateng dan DIY Belum Kantongi JKN

Senin, 20 September 2021 | 18:11 WIB
X