Komisi E DPRD Jateng: Nguri-nguri Seni Tradisional Harus Dilakukan Semua Pihak

- Jumat, 11 Februari 2022 | 07:42 WIB
Seorang dalang tampak memainkan wayangnya di Aula Sasono Kencono Roso Asih kemarin. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Seorang dalang tampak memainkan wayangnya di Aula Sasono Kencono Roso Asih kemarin. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka-muria.com – Dukungan untuk seni tradisi agar dapat tetap eksis muncul dari berbagai pihak.

Inovasi pada seni tradisi pun dinilai penting untuk dilakukan di tengah gencarnya budaya dari luar daerah yang masuk ke Indonesia.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Endro Dwi Cahyono mengatakan, nguri-uri seni tradisional harus dilakukan semua pihak.

Baca Juga: HUT ke-67 RSUD Rembang: Khotmil Al-Qur’an, Bagikan Sembako hingga Lomba Karyawan

Dia tak berharap seni tradisi justru tergerus dengan kesenian dari luar.

“Dewasa ini tantangan eksistensi budaya nasional menghadapi hal yang tidak ringan. Seiring disrupsi teknologi informasi, Indonesia di tataran global hanya jadi konsumen kebudayaan asing. Ada ketimpangan pertukaran budaya. Bahkan banyak anak muda yang lebih senang dengan drama korea dibandingkan dengan kesenian dari daerahnya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: HPN di Pati, Kapolres dan Dandim Beri Kejutan Jurnalis

Sebagai salah satu upaya, kemarin dengan bekerjasama dengan Setwan DPRD Jateng, dia menggelar pementasan Ngaji Wayang Nusantara digelar di Aula Sasono Kencono Roso Asih, Sapto Renggo Baru, Pati.

Dia mengajak KH Ilham Supriyanto bersama dalang cilik Hammad Haidar membawakan lakon “Sirnaning Ampak-Ampak Pandowo”.

Kegiatan itu sendiri digelar secara hybrid.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X