Anggota Dewan Jateng Prihatin, Minta Ketoprak Jangan Keluar dari Pakem Edukasi

- Rabu, 9 Februari 2022 | 10:17 WIB
Dialog budaya digelar di Pati mengupas seputar kebudayaan dan kesenian tradisional Pati. (suaramerdeka.com/Moch Noor Efendi)
Dialog budaya digelar di Pati mengupas seputar kebudayaan dan kesenian tradisional Pati. (suaramerdeka.com/Moch Noor Efendi)

PATI, suaramerdeka-muria.com - Anggota DPRD Jawa Tengah Muh Zen ADV mengaku prihatin atas kesenian daerah, belakangan ini.

Meskipun tidak semuanya, namun menurutnya banyak pementasan kesenian tradisional, terutama ketoprak yang keluar "pakem" edukasi.

"Unsur edukasi dalam ketoprak sangat kental, tetapi belakangan ada etika yang mulai luntur. Banyak faktor yang memengaruhi, seperti penonton yang cenderung menginginkan hiburan saja. Pelaku seni pun mengikuti apa keinginan pasar," ujarnya dalam dialog tentangkesenian tradisional Pati, belum lama ini.

Baca Juga: Persiapan Bentuk Akademi, Persipa Gelar Seleksi Pemain U-13

Dialog yang berlangsung di Kompleks Wisata Sendang Sani Pati itu, juga menghadirkan Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati Hardi Jatmiko dan pelaku kesenian ketoprak Susanto "Markonyik".

Zen menjelaskan, petunjukan kesenian tradisional sarat nilai luhur.

Baca Juga: Menara Kudus, Bukan Merudhandha Agung

Ketoprak, yang merupakan kesenian tradisional populer dan masih diminati di Jateng terutama Pati tidak sekadar hiburan tetapi kental unsur edukasi kepada masyarakat.

"Memang ketoprak perlu inovasi menyesuaikan dengan zamannya, tetapi jangan sampai keluar pakemnya untuk memberi nilai luhur," tandasnya.

Baca Juga: Link Live Streaming Liga 3 Nasional Rabu 9 Februari: Laga Krusial Semua Tim, Kalah Lagi Berarti Tersingkir

Markonyik tidak menampik fenomena tersebut.

Menurutnya, zaman telah berubah sehingga perlu kreasi serta inovasi, tetapi tontonan ketoprak harus bisa menjadi tuntunan atau mengedukasi.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X