Kejaksaan dan Polisi Akan Memproses Hukum e-Warong yang Menyalurkan Bantuan Sembako Kualitas Jelek

- Selasa, 14 September 2021 | 21:30 WIB
Ilustrasi Sembako Ft. PIXABAY
Ilustrasi Sembako Ft. PIXABAY

 

 

BLORA, suaramerdeka-muria.com-Peringatan terakhir diberikan pada pelaku penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bantuan sosial pangan (BSP) di Kabupaten Blora.

Jika terjadi lagi pelanggaran terkait kualitas bahan pangan bantuan yang tidak standar, maka mereka akan berurusan dengan aparat penegak hukum polisi dan kejaksaan.

Peringatan tersebut disampaikan Bupati Blora H Arief Rohman dalam rapat koordinasi evaluasi program sembako BSP dan BPNT di kantor Pemkab Blora, Senin 13 September 2021.

Baca Juga: Bioskop Trans TV Malam Ini Selasa 14 September, Escape Plan 2 Hades Kisah Napi Berusaha Kabur dari Penjara

Rapat yang diikuti perwakilan kepala desa, perbankan, supplier, hingga paguyuban pemilik e-Warong itu menghadirkan pula pihak Polres Blora dan Kejaksaan.

‘’Saya sudah enam bulan lebih menjadi bupati bersama wakil bupati. Permasalahan e-warong ini ternyata belum ada perubahan. Jadi ini sudah tidak hanya lampu kuning, tapi lampu merah. Jadi saya pastikan ini upaya kita yang terakhir dan jangan sampai ada permasalahan lagi,’’ tegas Bupati H Arief Rohman, kemarin.

Baca Juga: Sinopsis Film The Chronicles of Riddick Vin Diesel, Tayang di GTV Malam Ini, Kisah Perang dari Planet Lain

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Terkini

BPOM Gencar Sosialisasikan Registrasi Pangan Olahan

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 12:32 WIB

7,1 Juta Warga Jateng dan DIY Belum Kantongi JKN

Senin, 20 September 2021 | 18:11 WIB
X