‘Shakespeare Project’ Komunitas Seniman Lintas Kota Bakal Pentaskan Julius Caesar di Solo

- Rabu, 8 Juni 2022 | 17:05 WIB
Proses latihan Shakespeare Project yang akan menggelar pentas teater Julius Caesar di Gedung Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah. (suaramerdeka-muria.com/dok)
Proses latihan Shakespeare Project yang akan menggelar pentas teater Julius Caesar di Gedung Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah. (suaramerdeka-muria.com/dok)

Namun di atas itu semua, tujuan utama Shakespeare Project adalah terjalinnya komunikasi yang semakin intens, derap semangat berlatih dan berproses dan semakin eratnya jalinan silaturahim antar pekerja seni di Jawa Tengah.

Ia mengatakan, Julius Caesar akan dipentaskan di Gedung Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah di Solo pada 19 Juni 2022. Pementasan digelar dua kali pertunjukan, yakni pada pukul 16.00 WIB dan 20.00 WIB.

Semua penggagas dalam Shakespeare Project akan bermain di atas panggung, dengan masing-masing akan memainkan lebih dari satu karakter.

Mereka yang terlibat dalam proyek ini adalah Akhmad Sofyan Hadi (Kendal), Alfiyanto (Semarang), Asa Jatmiko (Kudus), Asyari Muhammad (Jepara), Cornel Innos (Kudus), Retno Sayekti Lawu (Solo), Rudi Iteng (Tegal), sutradara Yogi Swara Manitis Aji (Solo).

Mereka bakal diiringi iringan musik yang dikomandani Munir Syalala (Magelang). Selain sembilan penggagas tersebut juga ada Budiyono, Dhona Shintaningrum, Keket Edi Purnama, Sidik Themick, Sigit Skysufa (Pemusik), Jagad P. Aji (Desain Panggung), Respati Galang (Desain Rias dan Kostum), Riski A. Pradesta (Desain Tata Cahaya), Mahawang Agung (Tata Suara), Ambadewi S. (Manajer Panggung), Retno Utami (Bendahara), Herosta Christiananda (Sekretaris), Angin Utara, Bayu Lesmana, Verifoldism, Husen Abdul Jabar, Prasetyo B.M. (Publikasi dan Dokumentasi).

 Baca Juga: 'Layang Bandeng' Pesan Kearifan Lokal lewat Pentas Teater Apotek

Rudi Iteng menjelaskan, banyak kendala selama proses kreatif berlangsung, seperti jarak dan kesibukan masing-masing. Namun pada gilirannya mereka semua kemudian menikmati proses bersama ini.

“Ada banyak pengalaman baru, yang bisa kita sharing-kan bersama,” katanya.

Hal senada disampaikan Retno Sayekti Lawu. Sejak muncul gagasan ini, ia mengaku antusias sekaligus sebenarnya cukup menggentarkan.

“Untuk berproses bersama lintas kota, merupakan tawaran yang menggairahkan. Namun membayangkan betapa segala kerepotan akan dihadapi, ini cukup membuat gentar juga. Dan semakin mendekati hari pertunjukan, kami semakin optimis bahwa kami semua bisa merealisasikan gagasan ini,” kata Lawu.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkominfo Rembang Rilis Film ''Bathi Nyunat''

Selasa, 1 November 2022 | 12:21 WIB
X