‘Shakespeare Project’ Komunitas Seniman Lintas Kota Bakal Pentaskan Julius Caesar di Solo

- Rabu, 8 Juni 2022 | 17:05 WIB
Proses latihan Shakespeare Project yang akan menggelar pentas teater Julius Caesar di Gedung Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah. (suaramerdeka-muria.com/dok)
Proses latihan Shakespeare Project yang akan menggelar pentas teater Julius Caesar di Gedung Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah. (suaramerdeka-muria.com/dok)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Apa jadinya jika sejumlah pekerja seni lintas daerah berkumpul dan membahas perkembangan politik? Maka panggung mungkin menjadi jawaban atas keresahan para seniman itu. “Shakespeare Project” membuktikannya.

Kumpulan para pekerja seni beberapa kota di Jawa Tengah itu kini tengah mempersiapkan sebuah pertunjukan teater.  Mereka mengangkat naskah William Shakespeare yang berjudul Julius Caesar, yang telah diadaptasi bebas oleh Asa Jatmiko.

Rudi Iteng, pimpinan produksi Shakespeare Project menuturkan, berbicara tentang politik dan kekuasaan beserta intrik-intriknya, rasanya tidak akan pernah selesai.

Baca Juga: Ceritakan Roro Mendut, Teater Minatani Jadi Wakil Pati di Ajang Duta Seni

Dari zaman ke zaman, selalu saja muncul persoalan. Namun begitulah peradaban manusia, terus berdinamika, berkembang, dan berusaha menuju titik ideal bagi masyarakatnya. “Shakespeare Project ingin melihat persoalan politik dan kekuasaan menjadi bahan renung dan pembelajaran kita semua, yang kita coba tawarkan melalui seni pertunjukan,” katanya.

Mereka memulai proses bersama setelah sebuah pertemuan di Semarang, akhir November 2021. Pertunjukan ini didukung sepenuhnya oleh RKBBR (Rumah Khalwat & Balai Budaya Rejosari) Kudus.

Shakespeare Project dipilih menjadi nama kegiatan para pekerja seni beberapa kota di Jawa Tengah, untuk serangkaian proses berteater dan karya bersama.

Proses berteater kali ini unik, karena tempat latihan yang berpindah-pindah sesuai domisili mereka. Demikian juga gagasan konsep pertunjukan, proses pencarian bentuk dan jelajah keaktoran yang mengedepankan kesepakatan antar-mereka.

Dari sinilah dialektika, gagasan, dan wacana-wacana berteater digodok bersama. Tentunya sesuai dengan kekuatan khasnya masing-masing. Diharapkan dengan bertemu dan berproses bersama lintas kota di Jawa Tengah ini, masing-masing akan mendapatkan pengalaman yang baru.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkominfo Rembang Rilis Film ''Bathi Nyunat''

Selasa, 1 November 2022 | 12:21 WIB
X