Mbah Mul Beri Contoh Prokes Kepada Warga yang Hendak Menjamas Benda Pusaka

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 22:30 WIB
Dengan mengenakan masker, Mbah Mul (64) melayani warga yang hendak membersihkan (jamas) benda pusaka di pelataran eks Stasiun Kereta Api Blora. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Dengan mengenakan masker, Mbah Mul (64) melayani warga yang hendak membersihkan (jamas) benda pusaka di pelataran eks Stasiun Kereta Api Blora. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

 

Suaramerdeka-muria.com-Bagi sebagian masyarakat Jawa dan kebetulan memiliki benda-benda pusaka, bulan Suro atau Muharram adalah waktu yang tepat untuk membersihkan (jamas, red) benda pusaka.

Ada yang membersihkannya sendiri.

Namun, tidak sedikit pula yang menyerahkannya kepada orang lain untuk dijamas.

Adalah Mulyono (64) satu dari sekian banyak orang yang bisa membersihkan benda-benda pusaka seperti keris, pedang, tombak dan lain sebagainya.

Baca Juga: Produksi Migas Lapangan Banyu Urip Blok Cepu Bertambah Pasca Perawatan Sumur

Setiap tahun pada bulan Suro, Mbah Mul, sapaan akrab Mulyono menawarkan jasanya di pelataran eks Stasiun Kereta Api Blora. Tahun ini merupakan tahun kedua dia melayani konsumen saat pandemi Covid-19.

‘’Alhamdulillah diparingi seger kewarasan,’’ ujar Mbah Mul saat menjawab sapaan sejumlah warga, kemarin.

Baca Juga: Bupati Blora Ternyata Seorang Pendekar, Terpilih Jadi Ketua Pagar Nusa Jateng

Berbeda dengan biasanya, kali ini warga Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu menolak diajak berjabat tangan.

Setahun lebih pandemi Covid-19 membawa dia sedikit banyak tahu pantangan yang harus dihindari agar terhindar dari penularan virus Corona (Covid-19).

‘’Mohon maaf, bukannya sombong atau bagaimana. Ini demi kebaikan kita bersama,’’ tandasnya.

Baca Juga: Disiarkan Langsung 6,5 Jam, Ini Link Live Streaming Pernikahan Lesti Kejora Rizky Billar

Dengan tetap masih mengenakan masker, Mbah Mul beraktivitas membersihkan benda-benda pusaka yang dibawa warga kepadanya.

Sesekali dia diajak bicara. Namun, dia menjawab pertanyaan warga dengan tetap mengenakan masker.

‘’Kondisinya seperti ini. Mau bagaimana lagi. Kita wajib menaati protokol kesehatan (prokes),’’ tegasnya.

Baca Juga: Hasil Liga Champion 2021, Pertandingan Benfica vs PSV Dimenangkan Benfica 2-1

Selain masker, Mbah Mul membawa pula hand sanitizer. Cairan yang ditempatkan di botol kecil itu ditempatkanya di sebelah tempat duduknya.

Sesekali ia menyemprotkan cairan tersebut di tangannya ketika selesai membersihkan benda pusaka.

‘’Hand Sanitizer ini pemberian teman-teman,’’ ungkapnya. 

Saat warga yang datang sudah mulai banyak, Mbah Mul pun tak lupa mengingatkan kepada mereka untuk menjaga jarak.

Pelataran eks Stasiun Blora yang cukup luas, memungkinkan warga untuk menyaksikan pembersihan benda yang dilakukan Mbah Mul dari jarak yang cukup jauh.

‘’Kita tetap harus berkarya di masa pendemi Covid-19 agar bisa tetap mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Tapi syaratnya tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan,’’ tandasnya.

Baca Juga: KONI Pati Raya Usulkan Porprov Jateng Tetap Digelar 2022

Mbah Mul menuturkan, mulai praktik menjamas pada tahun ini sejak Selasa 10 Agustus 2021.

Upah dari jasa cuci keris, tombak dan benda pusaka lainnya berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per bilah. 

Dia menyadari, di tengah wabah Covid-19, banyak warga yang terdampak, termasuk para pemilik benda peninggalan nenek moyang atau koleksi pribadi.

“Jadi saya tidak naikkan jasa, tetap seperti tahun lalu,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Sinopsis Bioskop Trans TV Hari Ini Kamis 19 Agustus 2021, Andy Lau di Film Three Kingdom

Proses cuci keris bisa ditunggu lebih kurang  satu jam, tergantung jenis dan kotoran yang menempel. 

Dengan penampilan mengenakan baju lurik, blangkon dan memakai masker, Mulyono menjadi perhatian warga yang melintas.

Sesekali, ia juga menunjukkan kemampuannya menjadikan keris berdiri tanpa penyangga. Sesakali dia berkomunikasi dengan benda pusaka tersebut.

Baca Juga: Malam 1 Suro, Film Horor Legendaris Dibintangi Suzanna. Ada Link dan Sinopsisnya

Untuk mencuci sebilah keris, relatif cukup mudah. Bilah keris disikat menggunakan cairan jeruk nipis, sabun colek dan lerak.

Setelah dibilas dengan air bersih, selanjutnya bilah keris dijemur hingga kering.

Pada tahap akhir, bilah keris direndam dengan larutan khusus untuk memunculkan pamor keris.

Mbah Mul berharap, agar wabah Covid-19 ini segera sirna sehingga kehidupan berjalan seperti sebelumnya.

Baca Juga: Sambut Mahasiswa Baru, Cerita Mistis Kesurupan Massal di UNS Ramaikan Jagat Maya

‘’Kalau semua warga bersama-sama patuh protokol kesehatan. InsyaAllah Korona bisa dikendalikan dan kita semua aman,’’ tandasnya.***

Halaman:
1
2
3
4
5

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Bercinta Kilat dengan Pasangan, Sensasinya Beda!

Minggu, 7 November 2021 | 19:26 WIB
X