Sensasi Lenk Dopang, Ngopi dan Wiisata Kuliner di Aliran Sungai Bersanding Bebatuan Besar Rahtawu

- Minggu, 30 Oktober 2022 | 15:47 WIB
Sejumlah pengunjung Lenk Doplang Rahtawu menikmati makan di atas aliran sungai Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (30/10). (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Sejumlah pengunjung Lenk Doplang Rahtawu menikmati makan di atas aliran sungai Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (30/10). (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Desa wisata Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus kembali menyajikan daya tarik wisata yang baru. Lenk Dopang misalnya, menawarkan sensasi wisata kuliner sembari nongkrong dan ngopi di aliran sungai berlatar keasrian Gunung Muria.

Wisata ini tentu begitu cocok untuk melepas penat. Mencicipi kopi khas Muria ditemani gethuk sambil merasakan segarnya aliran air Sungai Dopang. Belum lagi mata yang dimanjakan dengan keasrian puncak Gunung Muria.

Bagi para pegiat konten kreatif, tempat itu juga menjadi pilihan yang menarik untuk membuat karya. Karena relatif jarang ditemukan bahkan diperkirakan satu-satunya di Eks Karisidenan Pati.

Baca Juga: Pecinta Kuliner Kudus Wajib Coba Sensasi Makan Seafood di Atas Rawa

Meski di aliran sungai, namun Agung Priyanto pemiliknya mengatakan akan tetap menjaga keamanan para pengunjung. Pihaknya akan selalu memantau kondisi debit air, bilamana saat hujan deras maka para pengunjung akan diarahkan untuk naik ke atas.

Tenang saja, selain resto di tengah sungai, ditempat itu juga disediakan kolam renang sehingga bisa dimanfaatkan untuk mandi dengan aman dan nyaman. Selain itu juga banyak spot yang bisa digunakan untuk bersantai menikmati indahnya alam pegunungan.

Konsep resto di tengah sungai itu dikatakannya menjadi sesuatu yang baru. Dia tak menyangka tawaran wisata baru itu mampu menarik antusias yang begitu tinggi dari pengunjung. Saat akhir pekan, wisatawan bahkan bisa mencapai ratusan orang dalam sehari.

“Ini memang berupaya mencoba hal baru. Salah satu pertimbangannya juga untuk menjaga keasrian daripada ditambang atau tercemar tentu akan jadi rusak. Tapi kalau dijadikan wisata seperti ini sungai tentu harus dirawat dengan baik,”terangnya.

Ulya, salah seorang pengunjung dari Desa Medini, Kecamatan Undaan dikatakannya tertarik datang ke wisata itu lantaran belum ditemukan di tempat lain. Dia mengaku mengetahuinya dari media sosial tiktok.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X