Teater Tigakoma : Angkat Isu Kesehatan Mental dalam Lakon Jeritan Kebisuan

- Senin, 1 Agustus 2022 | 18:39 WIB
Teater Tigakoma angkat cerita Jeritan Kebisuan. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Teater Tigakoma angkat cerita Jeritan Kebisuan. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

“Mungkin bila esok tiba, ketika aku tidak lagi mengirim surat, bukan berarti kau berhenti mencari tahu tentangku, datanglah ke kamarku masih banyak tulusan-tulisan yang ku simpan selama masa kesendirianku” menjadi ujung dari tragedy Wena yang disampaikan ke Bram.

Wena ditemukan tewas di dalam kamarnya. Ia diduga mengidap penyakit mental (Skizofrenia).

Wena tak pernah mengerti maksud yang ada dalam pikiran serta hatinya sendiri.

Merasa ada yang berbisik dengan maksud baik, namun hatinya berontak.

Dokter juga pernah merujukkan kedamaian untuk menyikapi penyakitnya, namun menurutnya hal itu begitu kontras.

Wena memilih terpejam selamanya, pikirnya dengan begitu ia lebih tenang dan damai.

Naskah itu ditulis oleh Nuwanda serta disutradarai oleh Umbara.

Ada Sembilan yang orang yang menjadi aktornya. Rezky, Mahes, Eko, Ninda, Pedro,Silfia, Lila, Jasmin dan Dila.

Moh. Ro'uful Khakim, sutradara dalam pertunjukkan itu mengatakan kasus kesehatan mental pada jaman sekarang patut menjadi perhatian serius.

Hal itulah yang menjadi keresahan mereka untuk mengangkatnya ke dalam naskah teater.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X