Teater AS STAI Pati : Kritik Kehidupan Berbangsa Melalui Teatrikal Puisi

- Minggu, 3 Juli 2022 | 08:38 WIB
Teatrikal puisi kritik kebangsaan. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Teatrikal puisi kritik kebangsaan. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka-muria.com – Teater AS Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati menggelar pentas untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 6 pada Sabtu (3/7) malam kemarin.

Dalam malam perayaan itu mereka membawakan dua pementasan.

Sebuah kritik kebangsaan turut ditampilkan melalui teatrikal puisi berjudul Kesaksian Akhir Abad.

Mereka mencoba memvisualkan bait demi bait karya dari sang sastrawan besar WS Rendra.

“Negara tak mungkin kembali di-utuh-kan tanpa rakyatnya di-manusia-kan. Dan manusia tak mungkin menjadi manusia tanpa dihidupkan tanpa dihidupkan hati nuraninya.”

“Hati Nurani adalah hakim adil untuk diri sendiri. Hati Nurani adalah sendi dari kesadaran akan kemerdekaan pribadi.”

“Dengan puisi ini aku bersaksi bahwa hati nurani itu meski dibakar tidak bisa menjadi abu. Hati nurani senantiasa bersemi meski sudah ditebang putus di batang. Begitulah fitrah manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.”

Baca Juga: Trailer Vs Tronton di Pantura Kragan, Sopir Terjepit Kabin, Begini Kronologinya

Baca Juga: Sedekah Bumi Unik di Pladen Kudus, Ada Kirab Traktor Hias Angkut Hasil Bumi

Penggalan dari puisi yang ditulis di tahun 1999 tersebut seolah begitu menyentil dalam kehidupan berbangsa saat ini.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X