Prasmanan Djiancoek Lasem : Bermula Puasa Dalail Saat Nyantri, Mangan Sak Wareke Hanya Rp 8.500

- Selasa, 21 Juni 2022 | 11:31 WIB
Prasmanan Djiancoek di Pantura Lasem. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Prasmanan Djiancoek di Pantura Lasem. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

Baca Juga: Evan Dimas, Witan Sulaeman dan Nadeo Argawinata Pemain Nasional yang Pernah Jadi Santri : Liga Santri Dimulai

Sebab, ratusan santri pada masa itu selalu berebut nasi untuk makan.

Lantaran hal itu, ia pun kerap membeli nasi di sebuah warung di Desa Soditan Lasem yang tak jauh dari pondoknya.

Prasmanan Djiancoek di Pantura Lasem. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Warung itu milik Lek Las, yang namanya Warung Djiancoek.

Masa itu, dengan uang Rp 500, sudah dapat nasi lengkap dengan lauknya.

Mengenang masa sulit ketika nyantri tersebut, ia pun membuka warung Prasmanan Djiancoek.

Djiancoek 1 berdiri sekira setahun lalu, diususul Djiancoek 2 sekira tiga bulan lalu.

“Pesan Bu Nyai saya, ‘kalau ada orang minta makan jangan ditolak’. Maka saat saya punya warung, ingin orang-orang kecil bisa makan kenyang bebas memilih lauk dengan harga murah. Saya ikhlas dan niati ibadah,” jelas istri dari Suwardi (38) tersebut.

Baca Juga: 19 Desa Dipastikan Jadi Rute Jalan Lingkar Rembang-Lasem, Ini Daftarnya

Ibu tiga anak itu mengungkapkan, setiap hari tidak kurang dari Rp 5 juta untuk modal dua Prasmanan Djiancoek miliknya.

Modal itu, untuk bumbu dapur, gas, minuman, beras dan lainnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X