Prasmanan Djiancoek Lasem : Bermula Puasa Dalail Saat Nyantri, Mangan Sak Wareke Hanya Rp 8.500

- Selasa, 21 Juni 2022 | 11:31 WIB
Prasmanan Djiancoek di Pantura Lasem. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Prasmanan Djiancoek di Pantura Lasem. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

Ternyata, ada cerita tersembunyi di balik tenarnya Prasmanan Djiancoek di Pantura Lasem.

Menu di Prasmanan Djiancoek lengkap dan murah. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Pemilik Prasmanan Djiancoek, Rini Nur Aeni (38) menyebut, ada dua warung Djiancoek miliknya.

Djiancoek satu berada di depan Mapolsek Lasem.

Sedangkan Djiancoek 2 berada di depan SMPN 1 Lasem.

Baca Juga: Laga Pembuka Liga Santri Zona Rembang : Ponpes Alhamdulillah Pesta Gol, Roubin dan Al Barkah Seri

Perempuan asli Desa Criwik Kecamatan Pancur yang saat ini sudah menetap di Sumbergirang Lasem ini mengungkapkan, Prasmanan Djiancoek terinspirasi dari kisahnya ketika nyantri.

Ketika itu tahun 2000, ia menjadi santri Ponpes Al Hidayat Lasem, di bawah asuhan Nyai Azizah Mashoem.

Selama nyantri, ia nyaris jarang sekali mendapatkan kiriman biaya dari kedua orang tuanya.

Atas kondisi serba kekurangan itu, ia akhirnya memutuskan ikut ndalem, mengabdi kepada keluarga kyai.

Ia juga memutuskan menjalani puasa dalail (setiap hari puasa) selama 4 tahun berturut-turut lantaran memang sulit sekali mendapatkan makan.

Meski demikian, selama puasa dalail ia kerap tidak kebagian nasi saat sore menjelang buka puasa.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X