Tradisi Unik Idul Fitri : Usai Shalat Id, Bawa Berkat ke Mushola, Rebutan Lauk dan Makan Bersama

- Selasa, 3 Mei 2022 | 06:55 WIB
Kundangan seusai shalat id di Desa Paseyan Kecamatan Jatirogo Tuban. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Kundangan seusai shalat id di Desa Paseyan Kecamatan Jatirogo Tuban. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

suaramerdeka-muria.com – Di berbagai daerah Indonesia, aneka tradisi berlangsung dan selalu langgeng dalam momen perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Di sebagain besar wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), salah satu adat yang selalu terpelihara adalah kundangan.

Kundangan di momen Idul Fitri bukan berarti menyumbang orang hajatan sebagaimana umumnya di Indonesia.

Baca Juga: Catatan Ramadan 1443 Hijriyah : Banyak Kepedulian Datang dari Berbagai Jalan

Namun, kundangan di sini adalah orang-orang datang ke mushola atau masjid dengan membawa berkat (makanan dalam nampan) untuk didoakan bersama-sama.

Berkat satu nampan biasanya berisi nasi putih atau uduk, lauk pauk khas setempat berupa tempe orek (kering) mie goreng, serundeng (kelapa disangrai), peyek, serta tempe goreng, telur atau ayam.

Makan bersama seusai kundangan usai shalat id di Desa Bitingan Kecamatan Sale Rembang. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Sebagian warga juga biasanya membawa berkat berupa buah-buahan.

Baca Juga: Tega, Dana PIP Milik Delapan Siswa di Rembang Ditilap Oknum Lewat ATM

Biasanya, setiap orang yang membawa berkat tersebut juga menyiapkan wajib.

Wajib ini hanya sebagai istilah sejumlah uang untuk shodaqoh yang diberikan sebagai infak untuk mushola atau masjid yang digunakan sebagai lokasi kundangan.

Tidak ada patokan besaran wajib yang harus dibawa tiap orang saat kundangan.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X