Ramadan di Pesantren Gus Baha, Santri Ngaji Kitab 7 Jam Sehari dan Tetap Setoran Hafalan Al-Quran

- Rabu, 20 April 2022 | 04:38 WIB
Santri Ponpes A-Quran Naruka Kragan mengikuti ngaji kitba Taklimul Mutaalim setelah Asar yang dibacakan oleh adik Gus Baha, KH Zaimul Umam. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Santri Ponpes A-Quran Naruka Kragan mengikuti ngaji kitba Taklimul Mutaalim setelah Asar yang dibacakan oleh adik Gus Baha, KH Zaimul Umam. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Umumnya aktivitas Ramadan di Pondok Pesantren (Ponpes), para santri akan mendapatkan jam ngaji lebih banyak dibandingkan dengan momen atau bulan lainnya.

Biasanya Ponpes akan membuat jadwal khusus pengajian selama Ramadan.

Baca Juga: Karier Kepala Satpol PP Makassar Diduga Otak Pembunuhan Pegawai Dishub Tergolong Moncer, Istri Sirinya Juga

Seperti halnya di Ponpes Al-Quran, Narukan Kragan, milik KH Bahaudin Nur Salim alias Gus Baha.

Selama Ramadan, santri di sana mengaji setidaknya selama 7 jam sehari.

Mereka mengikuti pengajian empat waktu dalam sehari.

Baca Juga: Penanganan Pemkab Rembang Tak Jelas, Pengusaha Tambang Tambal 4 Kilometer Jalan Rusak

Ngaji di pesantren Gus Baha diawali setelah para santri selesai jamaah shalat shubuh.

Mereka akan mengikuti ngaji kitab Syajaratul Maarif. Kitab tersebut dibacakan langsung oleh Gus Baha.

Biasanya pengajian baru selesai pada pukul 07.00.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasangan Ingin Program Bayi Tabung, Begini Caranya

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 16:53 WIB

Cara Mencegah Bunga Pohon Mangga Rontok Karena Hujan

Senin, 5 September 2022 | 09:24 WIB
X