No Bra Day Atau Hari Tanpa Bra Terkait Kepedulian Terhadap Penderita Penyakit Kanker Payudara, Yuk Kenali Dini

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:50 WIB
Ilustrasi Hari Tanpa Bra atau No Bra Day
Ilustrasi Hari Tanpa Bra atau No Bra Day

Suaramerdeka-Muria.com - Tanggal 13 Oktober diperingati sebagai Hari Tanpa Bra (BH) sedunia atau No Bra Day. Peringatan tersebut terkait erat dengan Bulan Peduli Kanker Payudara. 

No Bra Day merupakan penyataan dukungan terhadap penderita kanker payudara (Breast Cancer Awareness) sedunia.

Karena itu, Hari Tanpa Bra juga bersamaan dengan Bulan Peduli Kanker Payudara.

Baca Juga: No Bra Day atau Hari Tanpa Bra Bukan Dirayakan Vulgar, Wajib Tahu Sejarah dan Maknanya

No Bra Day diperingati untuk belajar mengenali tanda-tanda peringatan dini kanker payudara.

Wanita yang berjuang melawan kanker payudara sering kali harus memakai prostesis untuk menggantikan payudara yang telah diangkat dan akibatnya tidak dapat pergi tanpa bra.

Baca Juga: No Bra Day Bisa Mencegah Kanker? Fakta atau Mitos? Simak Penuturan Dokter, Jawaban Nomor 4 dan 5 Mengejutkan

Dengan ikut memperingati hari tanpa bra, Anda dapat meningkatkan kesadaran dan membantu mencegah wanita lain mengalami hal yang sama.

Terkait dengan peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day, kami suuguhkan artikel tentang kanker payudara yang kami lansir dari laman Halodoc.

Baca Juga: Tes Psikologi: Tanggal Lahir Ternyata Ungkap Karier, Jodoh, Watak dan Bahkan Kesehatan Anda, Cek Saja di Sini

 

dr. Fadhli Rizal Makarim dalam artikel yang ditinjaunya di laman Halodoc menuturkan, kanker payudara adalah jenis kanker yang rentan dialami wanita.

Munculnya sel kanker dimulai ketika sel-sel mulai tumbuh di luar kendali.

Adanya sel-sel kanker payudara umumnya ditandai dengan pertumbuhan tumor yang terasa seperti benjolan. Meski sebagian besar kanker dialami oleh wanita, tidak menutup kemungkinan pria juga mengalami kondisi ini. 

Baca Juga: Deretan Wanita Cantik dan Seksi di Film No Time to Die, Lea Seydoux Temani James Bond Sampai Pensiun


Faktor risiko kanker payudara berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Faktor risiko lainnya yang tidak berhubungan dengan gaya hidup, contohnya memiliki anak di usia lebih tua, tidak memberikan ASI eksklusif atau minum obat-obatan yang mengandung hormon.

Mengingat kanker adalah penyakit yang mudah menyebar, penting untuk mendeteksi kondisinya sedini mungkin.

Baca Juga: Deretan Wanita Cantik dan Seksi di Film No Time to Die, Lea Seydoux Temani James Bond Sampai Pensiun

 

Gejala Kanker Payudara yang Wajib Diketahui

Kanker payudara terkadang baru diketahui setelah gejala muncul, bahkan beberapa kasus tidak memiliki gejala.

Untuk itu, penting melakukan skrining kanker payudara secara teratur sangat penting dilakukan. Melansir dari American Cancer Society, gejala kanker payudara di antaranya:

  • Munculnya benjolan atau penebalan payudara yang berbeda dengan jaringan di sekitarnya;
  • Adanya perubahan ukuran, bentuk, atau penampilan payudara;
  • Perubahan pada kulit di atas payudara, seperti lesung pipit;
  • Puting yang berubah terbalik;
  • Terkelupasnya area berpigmen kulit di sekitar puting susu (areola) atau kulit payudara;
  • Kemerahan atau bintik-bintik kulit di atas payudara seperti kulit jeruk.

Jika kamu mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya segera diperiksakan lebih lanjut. 

Baca Juga: Tes Kepribadian : Angka Terakhir Tahun Kelahiran Mengungkapkan Karakter Anda, Cek !!


Jenis Pemeriksaan yang Dapat Dilakukan

Untuk memastikan adanya sel kanker pada payudara, ada sejumlah tes dan prosedur yang perlu dilakukan oleh dokter. Dikutip dari Mayo Clinic, prosedur dan tes yang dapat dilakukan yakni :

  • Mammogram. Mammogram atau rontgen payudara digunakan untuk menyaring kanker payudara. Jika kelainan terdeteksi pada skrining mammogram, dokter merekomendasikan mammogram diagnostik untuk mengevaluasi kelainan yang terdeteksi lebih lanjut.

 

  • Ultrasonografi payudara. Ultrasonografi adalah prosedur pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar struktur di dalam tubuh. Ultrasonografi digunakan untuk menentukan apakah benjolan payudara baru adalah massa padat atau kista berisi cairan.

 

  • Menghapus sampel sel payudara untuk pengujian (biopsi). Biopsi menjadi cara pasti untuk membuat diagnosis kanker payudara. Selama biopsi, dokter menggunakan alat jarum khusus yang dipandu oleh X-ray atau tes pencitraan lain untuk mengekstraksi inti jaringan dari area yang mencurigakan. Penanda logam kecil ditinggalkan di situs di dalam payudara, sehingga area tersebut mudah diidentifikasi pada tes pencitraan selanjutnya.

 

  • Pencitraan resonansi magnetik payudara (MRI). Mesin MRI dilengkapi dengan magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar interior payudara. Sebelum MRI dilakukan, dokter perlu menyuntikkan zat pewarna pada pasien. Tidak seperti jenis tes pencitraan lainnya, MRI tidak menggunakan radiasi untuk menghasilkan gambar.

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker payudara. Namun, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menurunkan risiko, seperti melakukan menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, dan hindari gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok atau konsumsi alkohol. 

 

***

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Abdul Muiz

Sumber: Halodoc.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Bercinta Kilat dengan Pasangan, Sensasinya Beda!

Minggu, 7 November 2021 | 19:26 WIB
X