Pandemi Panjang, Sektor Pertanian Terancam Kolaps

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 08:20 WIB
Kondisi lahan pertanian di Kecamatan Undaan paska panen, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Kondisi lahan pertanian di Kecamatan Undaan paska panen, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Pandemi Covid 19 mulai memukul usaha pertanian. Bila kondisi berlanjut, tahun-tahun mendatang akan menjadi titik kritis sektor pertanian.

Ketua Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kudus, Hadi Sucahyono, Kamis (12/8) menyatakan sejumlah dampak dipastikan dirasakan usaha pertanian bila pandemi masih berlanjut. Salah satunya, harga komoditas pertanian akan anjlok.

''Pemasaran akan kesulitan karena perjalanan distribusi terkendala,'' katanya.

Persoalan permodalan akan menjadi permasalahan berikutnya. Pasalnya, penyaluran kredit dipastikan dibatasi.

''Nantinya akan muncul kredit macet di kalangan petani,'' tandasnya.

BACA JUGA : Ada Wacana Perusda Perdagangan, KTNA Sebut Petani Justru Mintanya Simpel

Secara keseluruhan, berbagai dampak tersebut akan mengakibatkan penurunan keuntungan petani. Seandainya kondisi semakin parah, minat menggeluti usaha pertanian khususnya generasi muda dimungkinkan bergeser.

''Mereka mungkin akan berpikir menggeluti sektor lainnya,'' ujarnya.

Disinggung mengenai upaya yang perlu dilakukan pemerintah untuk membantu usaha pertanian, Hadi menyebut ada sejumlah hal yang harus dilakukan. Salah satunya, mendorong pegawai negeri sipil membeli produk pertanian.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gandeng Sriboga, IAIN Kudus Gelar Sharing Bisnis UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 15:03 WIB

Menjaga Tradisi Icik, Melestarikan Kain Warisan Budaya

Jumat, 25 November 2022 | 21:44 WIB
X