Wisata Ditutup, Retribusi Anjlok, Pelaku Usaha Menjerit

- Kamis, 29 Juli 2021 | 14:36 WIB
Objek wisata di lereng Gunung Muria Pijar Park, Desa Kajar, Kecamatan Dawe hingga kemarin masih tutup. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Objek wisata di lereng Gunung Muria Pijar Park, Desa Kajar, Kecamatan Dawe hingga kemarin masih tutup. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Penutupan objek wisata selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat memicu penurunan retribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut. Pelaku usaha pun menjerit karena praktis roda usaha mereka terhenti.

Kondisi tersebut tidak dapat dihindari karena nyaris tidak ada pemasukan dari pengelola objek wisata.

Menurut Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Operasional Pendapatan Daerah Famny Dwi Arfana, penurunan diperkirakan masih akan berlangsung selama berlangsungnya PPKM Darurat. Segala sesuatunya merupakan kewenangan pemerintah pusat.

''Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) pengelolaan wisata di Kabupaten Kudus anjlok selama pandemi,'' katanya.

BACA JUGA : Nyerah PPKM Diperpanjang Terus, Pengelola Wisata Pijar Park Kibarkan Bendera Putih

Target perolehan tahun 2021 sebesar Rp 3,5 miliar hingga kemarin baru terealisasi Rp 659,6 juta. Tahun lalu, dari target retribusi Rp 4,3 miliar Rp 636,3 juta.

Dampak pandemi mulai terasa sejak tahun ini. Terlebih saat kebijakan penutupan tempat objek wisata diberlakukan.

Retribusi PAD dari sektor wisata meliputi pemakaian kekayaan daerah, penyewaan tanah dan bangunan, dan penyelenggaraan tempat parkir khusus. Objek retribusi lainnya berupa pelayanan penginapan, tempat rekreasi dan olahraga, serta usaha lain yang sah.

Disinggung soal relaksasi pembayaran retribusi dimungkinkan dalam bentuk pengurangan atau penundaan. Namun, proses tersebut harus didahului dengan permohonan.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perajin Cobek Batu di Kudus Kesulitan Bahan Baku

Selasa, 12 April 2022 | 21:21 WIB

APTRI Minta Gula Petani Tetap Bebas PPN

Rabu, 30 Maret 2022 | 17:07 WIB
X