Rembang Bersiap Kembangkan Mete Jadi Komoditas Ekspor, Dua Kecamatan Digadang Jadi Sentra

- Selasa, 27 September 2022 | 23:07 WIB
Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Rembang mengajak Tim Penggerak PKK dan pelaku usaha mete studi banding pengolahan dan pengembangan bisnis di Kabupaten Wonogiri. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Rembang mengajak Tim Penggerak PKK dan pelaku usaha mete studi banding pengolahan dan pengembangan bisnis di Kabupaten Wonogiri. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Pemkab Rembang berencana mengembangkan potensi mete lokal menjadi sebuah industri dengan jangkauan nasional hingga internasional atau komoditi ekspor.

Tekad itu menguat setelah Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM melakukan studi banding pengolahan mete di Wonogori, beberapa waktu lalu.

Kabupaten di ujung selatan Jateng sisi timur itu selama ini memang dikenal sebagai sentra industri mete.

Studi banding melibatkan sejumlah pihak terkait di antaranya Tim Penggerak PKK, Dinkominfo serta pengrajin mete dari di Pamotan dan Rembang.

Mereka melihat secara langsung bagaimana pelaku UMKM Wonogiri mengembangkan potensi mete menjadi komoditi penghasil ekonomi.

Selain itu, Dinas Perdagangan dan Koperasi juga tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah pelaku usaha mete.

Kepala Dindagkop dan UKM Kabupaten Rembang M. Mahfudz mengatakan, potensi mete di Rembang berada di Kecamatan Pamotan dan daerah penyangga Gunem.

Selama ini potensi tersebut dirasanya masih belum dikembangkan secara maksimal.

Menurut Mahfudz, pasar mete di Jateng dan sekitarnya masih sangat terbuka.

Bahkan, peluang ekspor juga cukup besar mengingat banyak negara yang tertarik mendatangkan mete dari negara lain.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menjaga Tradisi Icik, Melestarikan Kain Warisan Budaya

Jumat, 25 November 2022 | 21:44 WIB

Pedagang Beras Keluhkan Penjualan Menurun Drastis

Jumat, 23 September 2022 | 06:35 WIB
X