Semen Gresik Bersama SIG Fasilitasi Petani Rembang Kembangkan Klaster Industri Jagung

- Selasa, 26 Juli 2022 | 09:19 WIB
Penandatanganan SK Klaster Jagung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, Direktur Keuangan dan SDM PTSG Muchamad Supriyadi dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati di halaman Rumah BUMN Rembang (21/7). (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Penandatanganan SK Klaster Jagung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, Direktur Keuangan dan SDM PTSG Muchamad Supriyadi dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati di halaman Rumah BUMN Rembang (21/7). (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com - PT Semen Gresik (PTSG) mendukung PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam memfasilitasi petani dan pelaku usaha dalam pengembangan rantai pasok hulu hingga hilir potensi klaster jagung Kabupaten Rembang.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan SK Klaster Jagung sekaligus pengukuhan kepengurusan klaster dalam acara ‘’Grand Launching Klaster Jagung Kabupaten Rembang’’ di halaman Rumah BUMN, Kamis (21/7).

Peluncuran dilakukan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, Direktur Keuangan dan SDM PTSG Muchamad Supriyadi mewakili SIG dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati.

Hadir dalam peluncuran, Forkopimda Kabupaten Rembang, OPD terkait, General Manager CSR SIG Edi Saraya bersama jajarannya, manajemen PTSG, pengurus Semen Gresik Sahabat Petani dan pengurus kelompok klaster jagung.

Direktur Keuangan dan SDM PTSG Muchamad Supriyadi menegaskan, fasilitasi kepada petani jagung di Rembang, adalah komitmen dari SIG dan Semen Gresik membantu petani agar mampu mengembangkan produksi jagung lebih berkualiatas buahnya, mengembangkan diversifikasi olahan, termasuk pemanfaatan limbahnya berupa tonggol atau bonggol.

Baca Juga: Beli dari Peternak Dampingan, Semen Gresik Salurkan Kurban senilai Rp 280 Juta untuk Rembang dan Blora

Diakui Supriyadi, Rembang daerah di Jateng yang luar biasa dalam menghasilkan pertanian jagung. Semen Gresik sebagai anak perusahaan SIG selama ini menjadi penerima manfaat dari pertanian jagung, khususnya limbah bonggol.

Lanjut dia, pihaknya memilih jagung karena melihat potensi pertanian yang luar biasa di Rembang.

Berdasarkan penelitian dari IPB, kata dia, pertanian jagung di Rembang memberikan kontribusi besar bagi kebutuhan di Jateng dan nasional.

''Upaya ini sebagai langkah nyata kami mendukung Dinas Koperasi dan UKM di Jateng untuk mendirikan klasterisasi jagung di BUMN-BUMN di Jateng dalam rangka membantu pelaku UMKM,” kata Supriyadi dalam keterangannya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pedagang Beras Keluhkan Penjualan Menurun Drastis

Jumat, 23 September 2022 | 06:35 WIB

Ekspansi ke Daerah, McD Buka Gerai Pertama di Kudus

Selasa, 6 September 2022 | 18:58 WIB

HUT Rumah BUMN ke-2, 222 UMKM Pamerkan 2.222 Produk

Kamis, 1 September 2022 | 09:35 WIB
X