Harga Kedelai MasihTinggi, Pelaku UMKM Ketar-Ketir Subsidi Dicabut

- Jumat, 22 Juli 2022 | 08:06 WIB
Pekerja memotong tahu di salah satu usaha UMKM di Kabupaten Kudus. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Pekerja memotong tahu di salah satu usaha UMKM di Kabupaten Kudus. (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Pelaku usaha kecil di Kabupaten Kudus ketar-ketir jika subsidi pembelian kedelai dicabut. Pasalnya, program subsidi penggantian selisih harga pembelian kedelai akan berakhir Juli ini.

Terlebih fluktuasi harga kedelai impor belakangan ini menyulitkan para pelaku usaha kecil.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf menuturkan, program subsidi tersebut akan berakhir bulan ini.

Baca Juga: LMDH di Blora Kembangkan Tanaman Kedelai dan Buah-buahan

Menurut dia, perajin tahu tempe membutuhkan subsidi tersebut, disaat harga kedelai impor saat ini yang masih tinggi. Banyak perajin yang kewalahan dengan tingginya harga kedelai impor yang saat ini sudah tembus Rp 12.050 per kilogramnya.

“Perajin tahu tempe di Kudus saat ini dilemma. Jika menaikkan harga khawatir tak laku, jika tidak menaikkan harga ongkos produksinya tinggi. Karena itu perajin butuh subsidi dari Pemerintah,” katanya.

Di saat harga kedelai impor yang stabil di harga tinggi, perajin juga dihadapkan lesunya pasar. “Karena itulah kami berharap program subsidi ini berlanjut setidaknya sampai harga normal kembali,” katanya.

Sebanyak seratusan perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kudus mendapat subsidi dari Pemerintah untuk membeli bahan baku kedelai. Mereka mendapat subsidi pembelian kedelai sebesar Rp 1.000 per kilogramnya.

Baca Juga: Harga Gula Tani Disubsidi, APTRI : Petani Tebu Makin Semangat Pacu Produktivitas Lahan

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pedagang Beras Keluhkan Penjualan Menurun Drastis

Jumat, 23 September 2022 | 06:35 WIB

Ekspansi ke Daerah, McD Buka Gerai Pertama di Kudus

Selasa, 6 September 2022 | 18:58 WIB

HUT Rumah BUMN ke-2, 222 UMKM Pamerkan 2.222 Produk

Kamis, 1 September 2022 | 09:35 WIB
X