Inovatif, Semen Gresik Optimalkan Penggunaan Bahan Bakar Alternatif dari Limbah Kulit

- Rabu, 22 Juni 2022 | 21:47 WIB
Karyawan PTSG bersiap mengelola limbah kulit ke tempat pengumpanan sebagai bahan bakar alternatif. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)
Karyawan PTSG bersiap mengelola limbah kulit ke tempat pengumpanan sebagai bahan bakar alternatif. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com - PT Semen Gresik (PTSG) mengoptimalkan bahan bakar alternatif atau Alternative Fuel dan Raw Material (AFR) dengan memanfaatkan limbah kulit sisa produksi tas dari Kabupaten Grobogan sebagai pendukung bahan bakar utama.

Senior Manajer Komunikasi dan CSR PTSG Dharma Sunyata menandaskan, pemanfaatan limbah kulit merupakan bagian dari perbaikan berkelanjutan untuk mencapai manufacturing excellence agar operasional pabrik lebih efisien serta mengurangi tingkat polusi udara karena rendah emisi.

Selain itu, limbah kulit dinilai lebih ekonomis karena dengan 1 ton limbah kulit mampu menggantikan 1,05 ton batubara.

“Sesuai hasil analisis laboratorium, menunjukan limbah sisa produksi tas memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi (> 4.000 kal). Dengan demikian, limbah sisa produksi tas ini sangat berpotensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif disamping bahan bakar utama batubara, “ ujar Dharma.

Baca Juga: Mengenal Sesar Muria, Patahan yang Bisa Picu Gempa 6,2 SR di Tujuh Kabupaten Jateng

Dikatakannya, uji coba pemanfaatan limbah kulit ini dilaksanakan sejak Maret 2022 lalu.

Hingga Mei 2022 lalu, sekitar 122 ton limbah dari perusahaan tas di Kabupaten Grobogan berhasil diolah menjadi AFR. Lanjut Dharma, target TSR (thermal substitution rate) di tahun 2022 adalah 0,39%.

''Sebagai bahan bakar alternatif, kebutuhan limbah kulit dalam jangka panjang diharapkan dapat terserap optimal hingga 40-50 ton/hari," tambahnya.

Dia megungkapkan, tantangan industri semen di Tanah Air terutama ditengah kenaikan harga komoditas batu bara hingga saat ini, strategi keunggulan operasi perusahaan yang paling utama adalah cost leadership, keberlanjutan lingkungan, & inovasi.

Baca Juga: Simpel, Bayar SPP Sekolah Kini Bisa Cashless di Bank Mandiri

Inovasi menggunakan limbah kulit sebagai bahan bakar alternatif, lanjut dia, juga merupakan kesungguhan perusahaan atas komitmen sistem manajemen lingkungan yang handal, efisiensi energi, hingga penurunan emisi dalam jangka panjang.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pedagang Beras Keluhkan Penjualan Menurun Drastis

Jumat, 23 September 2022 | 06:35 WIB

Ekspansi ke Daerah, McD Buka Gerai Pertama di Kudus

Selasa, 6 September 2022 | 18:58 WIB

HUT Rumah BUMN ke-2, 222 UMKM Pamerkan 2.222 Produk

Kamis, 1 September 2022 | 09:35 WIB
X