Perajin Cobek Batu di Kudus Kesulitan Bahan Baku

- Selasa, 12 April 2022 | 21:21 WIB
: Supriyadi sedang membuat cobek menggunakan gerinda di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Selasa (12/4). (suaramerdeka-muria.com/ Ahmad Abdul Aziz A)
: Supriyadi sedang membuat cobek menggunakan gerinda di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Selasa (12/4). (suaramerdeka-muria.com/ Ahmad Abdul Aziz A)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Perajin cobek batu di Kudus mulai khawatir habisnya batu andesit untuk dipakai sebagai bahan pembuatan kerajinan.

Supriyadi sebagai salah satu perajin batu di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus turut khawatir akan habisnya bahan baku tersebut.

“Batu kan tidak seperti tumbuhan ya, yang bisa menunggu. Kalau habis ya habis,” katanya Selasa (12/4).

Supriyadi mengaku kendala paling besar sebagai perajin batu adalah bahan baku itu sendiri, semakin berkurangnya bahan produk maka harganya akan semakin mahal.

BACA JUGA : Sukses Kelola Ekonomi Sirkular pada Edupark, Semen Gresik Juarai BCOMMS 2022

Demi mengakali kenaikan harga bahan baku kerajinannya, ia terpaksa harus menaikkan harga hasil kerajinannya agar tetap untung.

“Harga sesuai modal bahan, jika bahan naik, cobek juga naik,” katanya.

Dari hasil tangannya, ia bisa membuat berbagai jenis produk kebutuhan rumah tangga seperti cobek dan ulekan, serta pot tanaman, bahkan hingga batu nisan. Semua dapat ia buat, tergantung dari permintaan pembeli.

“Intinya di cobek dan lumpang, cuman kita melayani custom. Bisa westafel, batu nisan,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Artikel Terkait

Terkini

480 Truk Antre Setiap Hari di Pabrik Gula Blora

Senin, 13 Juni 2022 | 21:30 WIB

Perajin Cobek Batu di Kudus Kesulitan Bahan Baku

Selasa, 12 April 2022 | 21:21 WIB
X