Senin hingga Rabu 21-23 Februari Tak Ada Tahu Tempe di Pasar, Perajin Mogok Produksi

- Sabtu, 19 Februari 2022 | 07:04 WIB
Ilustrasi perajin tahu tempe. Mereka berencana mogok produksi 21-23 Februari 2022. (Ist)
Ilustrasi perajin tahu tempe. Mereka berencana mogok produksi 21-23 Februari 2022. (Ist)

Suaramerdeka-Muria.com- Perajin tahu dan tempe di Pulau Jawa berencana mogok produksi pada Senin-Rabu 21-23 Februari 2022.

Anda yang terbiasa mengonsumsi tahu dan tempe, siap-siap pada tiga hari itu tak akan mendapati tahu tempe di pasar.

Mogok produksi dilakukan untuk merespon kenaikan dan mahalnya harga kedelai.

Baca Juga: Malaysia Tak Terima Dikalahkan Laos di Piala AFF U23, Tantang Laos Tanding Lagi

Ketua Puskopti DKI Jakarta Sutaryo mengungkapkan aksi mogok rencananya akan diikuti 4.500 produsen tahu dan tempe.

"Perajin menuntut stabilitas harga dan turunkan harga kedelai," ujarnya.

Baca Juga: Petani Hutan di Randublatung Dapat Uang Rp 2,3 Miliar

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin mengatakan, aksi mogok ini merupakan upaya terakhir para perajin menyikapi mahalnya harga kedelai.

"Sistem mogok kami ini bukan demo. Tapi kami hanya berhenti produksi selama tiga hari terus tidak jualan di pasaran," katanya dalam diskusi virtual, Kamis 17 Februari 2022.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menjaga Tradisi Icik, Melestarikan Kain Warisan Budaya

Jumat, 25 November 2022 | 21:44 WIB

Pedagang Beras Keluhkan Penjualan Menurun Drastis

Jumat, 23 September 2022 | 06:35 WIB

Ekspansi ke Daerah, McD Buka Gerai Pertama di Kudus

Selasa, 6 September 2022 | 18:58 WIB
X