Program Kredit Tanpa Bunga, Sukses Selamatkan 2.750 UMKM dari Pandemi

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 15:15 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz, ikut melarisi produk UMKM lokal Rembang yang sebagian besar terdampak pandemi, di sela-sela kegiatan undian dan lapak UMKM yang digelar BKK Lasem, akhir Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Bupati Rembang Abdul Hafidz, ikut melarisi produk UMKM lokal Rembang yang sebagian besar terdampak pandemi, di sela-sela kegiatan undian dan lapak UMKM yang digelar BKK Lasem, akhir Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

Sebab, untuk memuluskan program dibutuhkan biaya operasional tidak sedikit.

Baca Juga: BPR BKK Lasem Torehkan Lima Kinerja Positif, Mulai Simpanan hingga Deviden

Akhirnya, demi UMKM bangkit, Pemkab Rembang menyepakati operasional program kredit tanpa bunga, tanpa potongan dan tanpa agunan itu, dengan anggaran sebesar Rp 6,6 milar.

Anggaran tersebut digunakan untuk operasional program selama 2 tahun.

Dari kebijakan tersebut, BKK pada akhirnya berinovasi dengan menyediakan plafon anggaran untuk program itu sebesar Rp 55 miliar.

Palu diketok, BKK Lasem sebagai eksekutor mulai sosialisasi, dan promosi mencari sasaran program.

“Praktik di lapangan ternyata ada kendala. Kami tidak boleh bertentangan dengan program nasional, seperti Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pelaku usaha yang sudah dapat dari program itu, tidak bisa kami akomodir,” jelas Suwarno.

Baca Juga: Sewa Kontainer Naik 400 Persen, Buyer Furniture Tunda Order

Demi UMKM agar tidak semakin terpuruk, sosialisasi terus digenjot.

Pada akhirnya, November 2020 program benar-benar mulai berjalan.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gandeng Sriboga, IAIN Kudus Gelar Sharing Bisnis UMKM

Senin, 30 Januari 2023 | 15:03 WIB

Menjaga Tradisi Icik, Melestarikan Kain Warisan Budaya

Jumat, 25 November 2022 | 21:44 WIB
X