Kudus Gagas Pendirian “Omah UKM”, Layanan 'One Stop Service' Bagi Pelaku UMKM

- Kamis, 30 September 2021 | 07:16 WIB
Bupati Kudus Hartopo dan Ketua DPRD Kudus Masan melihat produk UKM yag dipamerkan di kantor Disnaker Perinkop UKM, Rabu (29/9). (suaramerdeka.com/dok)
Bupati Kudus Hartopo dan Ketua DPRD Kudus Masan melihat produk UKM yag dipamerkan di kantor Disnaker Perinkop UKM, Rabu (29/9). (suaramerdeka.com/dok)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Pemkab Kudus menggagas pendirian Omah UKM untuk memfasilitasi belasan ribu usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Kudus. Gagasan Omah UKM ini disampaikan Ketua DPRD Kudus Masan saat menghadiri "Jagong Bareng" pengembangan UMKM di aula kantor Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus, Rabu (29/9) siang.

Bupati Kudus HM Hartopo yang hadir memimpin acara itu menyambut baik usulan pendirian Omah UMKM.  “Omah UMKM akan menjadi rumah bersama UMKM Kabupaten Kudus untuk segera naik kelas dan berkembang bersama,” katanya.

Hadir pada kegiatan itu Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati dan Plt Kepala Dinas Kominfo Dwi Yusi Sasepti.

BACA JUGA : Kudus dan Jepang Patungan Anggaran Bangun Pasar Desa Rp 3,2 Miliar

Hartopo meminta Disnaker Perinkop dan UKM segera menyiapkan tempat untuk lokasi Omah UKM. Tempat ini, kata dia, nantinya juga bisa dimanfaatkan para buruh dan pekerja rokok, serta keluarganya yang saat ini tengah mengikuti pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja.

Disebutkan, Pemkab Kudus tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,693 miliar melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pelatihan kerja di BLK.

Anggaran tersebut dikucurkan untuk menggelar pelatihan kerja pada 17 jurusan yang berbeda. Program ini membuka kesempatan belajar bagi sebanyak 772 orang peserta warga Kudus dari kalangan buruh dan pekerja rokok, serta keluarganya.

Program pelatihan yang dibuka yakni pelatihan las SMAW, menjait pakaian, operator komputer, otomotif mobil, tata boga pastry dan bakery, make up artist, akrilik, batik, bordir, merajut tas dan dompet, dan setir mobil.

“Setelah lulus pelatihan perlu terus didampingi agar ilmunya bisa terus digunakan. Apalagi saat ini belum ada bantuan peralatan maupun modal bagi peserta yang telah lulus. Omah UKM ini nantinya bisa menjadi solusinya,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Rembang Minta HIPMI Bantu Tingkatkan Produk UKM

Kamis, 16 Desember 2021 | 16:38 WIB

Pura Group Teken MoU dengan PT Pos

Senin, 13 Desember 2021 | 06:50 WIB
X