Kudus dan Jepang Patungan Anggaran Bangun Pasar Desa Rp 3,2 Miliar

- Minggu, 19 September 2021 | 14:30 WIB
Ketua DPRD Kudus Masan bersama anggota DPRD Kudus lainnya memantau proyek Pasar Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Minggu (19/9) pagi. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Ketua DPRD Kudus Masan bersama anggota DPRD Kudus lainnya memantau proyek Pasar Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Minggu (19/9) pagi. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Proyek pembangunan pasar Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus yang menelan anggaran Rp 3,2 miliar menjadi percontohan desa lain. Tak hanya bentuk pengelolaan pasarnya, namun juga model kolaborasi penganggaran proyek tersebut.

Kepala Desa Jepang Indarto menuturan, pasar seluas sekitar 3.700 meter persegi itu akan menampung sebanyak 300 orang pedagang. Selama proyek berlangsung, para pedagang direlokasi ke lapangan persis di sebelah timur bangunan proyek pasar.

“Kapasitas sebanyak 300 pedagang baik yang di kios, los, maupun lesehan yang saat ini kami relokasi selama proyek berlangsung,” katanya.

BACA JUGA : Banyak Kios Pasar Babalan Kosong, Pemdes Kalirejo Usul untuk Ruang Pamer UMKM

Indarto menyebutkan, anggaran sebesar Rp 3,2 miliar pada proyek itu merupakan hasil patungan Pemkab Kudus dan Pemdes Jepang. Pemkab Kudus mengucurkan bantuan keuangan sebesar Rp 2 miliar.

Sisanya, kata Indarto, dianggarkan melalui APBDes. Potensi pendapatan dari pasar itu mencapai Rp 750 juta hingga Rp 800 juta.

Indarto menambahkan, bangunan pasar nantinya masih membutuhkan sarana pendukung seperti areal parkir dan pagar. “Jika masih ada sisa anggaran dari proyek ini akan kami bangun sarpras pendukungnya. Jika memang tidak ada, akan kami anggarkan tahun depan,” katanya.

Ketua DPRD Kudus Masan menuturkan, model kolaborasi penganggaran pada proyek pasar desa itu bisa dicontoh desa lainnya.

Pemkab Kudus hanya memberi bantuan keuangan sebesar Rp 2 miliar, sisanya dianggarkan melalui APBes. Kolaborasi anggaran ini tentu akan menjadi pilot project (percontohan) bagi desa lain untuk membangun daerahnya,” kata Masan.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Rembang Minta HIPMI Bantu Tingkatkan Produk UKM

Kamis, 16 Desember 2021 | 16:38 WIB

Pura Group Teken MoU dengan PT Pos

Senin, 13 Desember 2021 | 06:50 WIB
X