Gus Ahfas : Sepak Bola Haram Jika Menimbulkan Bahaya, Ini Kaidah Fiqihnya

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 11:56 WIB
Tidak ada sepakbola yang seharga nyawa. (suaramerdeka-muria.com/Irvan Mukhlisin)
Tidak ada sepakbola yang seharga nyawa. (suaramerdeka-muria.com/Irvan Mukhlisin)

Suaramerdeka-muria.com – Tragedi Kanjuruhan Malang yang membuat ratusan suporter meninggal dunia memantik banyak orang menyuarakan pendapat.

Semua menyayangkan sepakbola yang semestinya adalah olahraga dan hiburan justru merenggut banyak nyawa manusia.

Sebagian ada yang sepakat tidak perlu ada sepakbola jika harus dibayar dengan hilangnya nyawa.

Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana hukumnya sepakbola jika ternyata justru menimbulkan kemadhorotan atau bahaya bagi orang lain.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Wahdah Lasem Kabupaten Rembang, KH Ahfas Faishol Hamid memberikan pendapatnya soal hukum sepakbola jika ternyata membawa kemadhorotan.

Saat ditanya oleh wartawan suaramerdeka-muria.com, Gus Ahfas (panggilan akrab KH Ahfas Faishol Hamid) berpandangan, selama menimbulkan madhorot (bahaya), maka secara jelas hukum sepak bola adalah haram.

Ia menyebutkan, soal pandangan tersebut ada sebuah hadist Nabi Muhammad yang bisa dijadikan pijakan dalam hukum Islam.

“La Dhororo, Wala Dhiroro”.

Artinya adalah tidak boleh membahayakan diri dan orang lain.

Baca Juga: Kabar Baru, PT LIB Putuskan Penundaan Liga 1 dan 2 2022-2023 Berlanjut

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hasil Lengkap, Jadwal dan Klasemen BRI Liga 1 2022

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:23 WIB
X