Gagal di Liga 3, Muncul Desakan Penggantian Manajer Persiku

- Rabu, 10 November 2021 | 09:35 WIB
Kiprah Tim Persiku Kudus (biru) saat laga Liga 3 Jateng 2021 di Stadion Mochtar Pemalang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)
Kiprah Tim Persiku Kudus (biru) saat laga Liga 3 Jateng 2021 di Stadion Mochtar Pemalang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Kegagalan Persiku Kudus lolos penyisihan Grup A Liga 3 Jateng 2021, berbuntut panjang. Tidak sekedar mendesak evaluasi total, mulai muncul desakan untuk mengganti manajer Tim Macan Muria, Ferdaus Ardyansyah.

Seperti diketahui, Ferdaus dipercaya menjadi manajer Persiku Kudus untuk dua musim kompetisi yakni 2021 dan 2022. Namun, di tahun pertamanya memegang nahkoda tim senior prestasi tim tercatat yang paling buruk selama ini.

Ketua Askab PSSI Daniel Budi Sampurno, ketika dikonfirmasi awak media, Selasa (9/11) membenarkan adanya aspirasi tersebut. Sejumlah komponen pendukung menyampaikannya secara langsung pada Senin (8/11) malam. ''Benar, ada yang menyampaikan aspirasi seperti itu,'' katanya.

BACA JUGA : Persiku Nihil Kemenangan, Manajemen Isyaratkan Perombakan

Usulan akan disampaikan pada rapat koordinasi dengan anggota pengurus lainnya. Segala sesuatunya memerlukan kajian dan pertimbangan untuk kemudian diambil putusan terbaik demi masa depan Persiku.

''Secepatnya akan kami sampaikan hasil evaluasinya,'' tandasnya.

Seperti diketahui, Persiku mengalami saat-saat yang dramatis dalam perjalanannya sebagai tim Liga 3. Sebelumnya, akhir Oktober lalu Tim Macan Muria dilanching dan kemudian diantar kepergiannya ke Pemalang hingga perbatasan Kudus-Demak. Saat itu, publik sangat optimistis dengan perkiraan pencapaian prestasi seperti yang sering disampaikan manajemen.

Namun, sepekan setelah itu kondisi berbalik arah. Usai menjalani empat laga tanpa kemenangan, Persiku harus menerima gelombang kekecewaan dan kekesalan. Hasil sekali seri dan tiga kali bermain imbang membuat pendukung Persiku kecewa berat. Komentar tajam di berbagai media sosial hingga penempelan poster kritik pada dinding sekretariat tim terjadi. Hingga akhirnya, muncul usulan memangkas manajemen dari dua musim kompetisi menjadi satu musim kompetisi saja.

Manajer Persiku, Ferdaus Ardyansyah memahami kekecewaan tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap Persiku. Dia meminta maaf belum mewujudkan keinginan suporter Kudus.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X